Pages

Keterbatasan Akal


Udah lama gak ikut-ikut kajian, ternyata membangun semangat untuk memulai lagi itu susah. Jadi, agak butuh perjuangan nih. Kalau di Jogja dulu, tiap kamis atau sabtu pagi sama Fery Subakti, rajin diajakin ikut KRPH di masiid Mardliyyah UGM, kadang-kadang sama Riza juga. Jadi mau dan semangatnya itu karena ada yang ngajakin dan nemenin, tetapi kalau sekarang di kudus, jadi malesnya itu gara-garanya mungkin nggak ada lagi teman yang mbarengin. Niatnya harus muncul dari diri sendiri, wah...

Trus tadi pagi nih, iseng ke perpustakaan bokap, nemu beberapa buku yang menurut saya banyak pesannya, salah satunya nih tentang keterbatasan akal, dimana tanpa pertolongan Allah, sekedar akal tidaklah cukup untuk mewujudkan keinginan kita.

Orang yang berakal bukanlah ia yang mengetahui mana yang baik mana yang buruk, tetapi mengetahui yang terbaik dari dua kebaikan, dan yang terburuk dari dua keburukan. Nah, lo, gimana nih.  Akal dimiliki semua orang, baik yang memiliki gagasan baik ataupun juga gagasan buruk. Dan yang membedakannya, yaitu hawa. Kalau bisa menundukkan hawa, maka akal akan selalu cenderung  baik, dan yang tidak bisa menundukkan hawa, akal akan mempunyai kemampuan berpikir yang salah dan tergelincir. Pemikiran akal sangatlah terbatas, karena setiap hal baik dan hal buruk tidak akan pernah terlihat jelas, selain dari Allah. Masih inget kan :

 Qs. Al-Baqarah : 216
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”


Jadi, segala yang dari pemikiran akal tidak selalu memunculkan kebenaran yang mutlak, maka jangan sekali-kali deh merasa sombong dan keras kepala sama opini kita, sehingga menganggap yang lain salah, karena akal itu terbatas, jadi, serahkan segalanya sama Allah SWT, minta bimbingan dan inayah-Nya, gak akan rugi deh, karena kepunyaan Allah adalah segala yang di langit dan di bumi, nah...

Pada akhirnya segalanya akan kembali kepada niat masing-masing orang, karena bila seseorang memiliki niat yang bener-bener baik, Allah akan membukakan pandangan hatinya (bashirah) sehingga orang itu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas mana yang bathil dan mana yang haq. Dan niat yang baik adalah niat yang dibarengi dengan membebaskan diri dari tawanan hawa dan nafsu sehingga tidak akan salah deh perkiraan-perkiraan akal. Orang yang berakal ialah mereka yang mampu mengawasi dirinya dari segala-segala yang buruk. Jika seorang manusia masih tertawan oleh hawa, sulit deh menentukan itu baik, buruk dan bla bla bla. Semoga Allah selalu menjaga kita, amin.
Dah, tutup buku dulu :) introspeksi dulu

Muhammad Irsyad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar