Selayaknya dan mungkin tidak layak, yang hanya bisa saya persembahkan untuk menjadikan sesuatu ada dari yang tidak ada. Kita paham sebelumnya tidak ada yang bisa kita banggakan dari tiap pertemuan. Kita cenderung meyakini pertemuan adalah awal perpisahan. Sebagaimana adanya pagi yang berujung pada senja. Tidak ada kata istimewa untuk sebuah perjalanan yang biasa. Tapi dengan lagu ini, kita akhirnya memiliki yang ada untuk kita banggakan bersama. Meskipun kita sudah selangkah demi langkah menjauhi. Kehidupan yang kamu tuju mungkin akan lebih indah dari yang pernah saya tawarkan. Tapi untuk kisah yang kita bingkai bersama, lagu ini tercipta dengan sepenuh jiwa.
Popular Posts
-
Tulisan pertama saya di bulan ini, bitch !! kemana aja selama ini... Karena banjir sekarang sedang rajin-rajinnya mendera di perkampungan,...
-
Bismillah... Selamat Malam Desember, Selamat Malam Kota Kudus, dan Selamat Malam untuk Malam ini... Pertama kali nih, bingung mau nulis ap...
-
Sampai pada malam 25 Ramadhan itu, musholla ini belum memperlihatkan tanda-tanda keseriusan merancang karya apa untuk takbir keliling nanti...
Labels Cloud
Agama
(2)
Biologi
(5)
Goresan Cerita
(11)
Isi kepala
(7)
Lagu
(4)
Lain-lain
(3)
Menawan
(3)
Momen Terbaik
(3)
Pascasarjana
(2)
Pebiosa
(2)
Prolog
(1)
Puisi
(3)
Quotes
(6)
Selfie
(2)
Takbiran
(1)
Tentang hidup
(5)
Wejangan
(1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar