Pages

Hidup adalah Relativitas


Suatu ketika, Einstein bertemu dengan Charlie Chaplin, sudang barangtentu anda tahu siapa gerangan Albert Einstein, ilmuwan paling hebat abad ke-21, Charlie chaplin bertanya tentang konsep fisika terkenal dari seorang Einsten, yaitu Relativitas. Dengan enteng, einsten menjelaskan
"ketika kamu duduk di atas kompor yang panas selama 2 menit, itu rasanya seakan-akan 2 jam, sedangkan ketika kamu duduk diantara 2 wanita cantik selama 2 jam, itu rasanya seakan-akan 2 menit, itu lah relativitas"

Relativitas?

Mungkin ada hubungannya ketika saya menyampaikan argumen, ketika dalam sebuah pertandingan sepakbola, selama 85 menit, tim saya sudah mencetak 1 gol melawan tim anda, masih ada 5 menit sisa, ya, 5 menit sisa menuju 90 menit (waktu normal), apa yang saya rasakan? seakan-akan 5 menit bagi saya adalah 5 jam sedangkan 5 menit bagi anda seakan-akan 5 detik saja, right kan?

Begitu pula dalam kehidupan ini, dalam semua aspeknya, cara hidup seseorang yang satu akan berbeda dengan seseorang yang lain, meskipun mereka punya banyak kesamaan. Itu karena mereka punya cara pandang dan perasaan terhadap kejadian yang berbeda. Perspektif mereka dipisahkan oleh relativitas yang tidak sama, Ada yang setiap hari mengeluh, ada yang setiap hari bersyukur, padahal bila diselami, masing-masing dari mereka tidak  ada perbedaan, karena masing-masing mendapatkan kesempatan sama: sengatan panas matahari, jatah tubuh yang lengkap dan 24 jam setiap hari untuk menjalani langkahnya.
Jadi jangan pernah menganggap hidup anda adalah kubangan perasaan sedih, sementara anda memandang orang lain sebegitu beruntungnya dibanding anda, karena tidak mungkin anda tidak memiliki setitik senyum yang dapat anda nikmati, sedangkan apabila anda mampu fokus pada titik tersebut, mungkin kubangan itu akan berubah menjadi bentuk yang lebih menyenangkan untuk dijalani. 

Boleh, boleh, boleh....anda cuap cuap membantah konsep saya, itu juga relativitas,



Muhammad Irsyad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar