Pages

Tentang Wajib

Saya dan Haris Mukammal

Saya punya teman, kebetulan dia nyantri di salah satu pondok pesantren tersohor di kota Rembang, suatu ketika ketika sedang ber-SMS, suara adzan berkumandang, pas hari jumat dan jarum jam hendak beranjak ke angka 12, sepintas saya bertanya "SMS an ae, Ndak Jumatan opo?"
jawabannya cukup singkat, "Perkoro wajib ra perlu dipitakonke, syad"
...............................................................................................................................................................
sedikit aku  termenung, sedikit saja, sebelum beranjak ke arah lainnya, mungkin terlihat biasa saja kalimat tersebut, tapi bagi saya itu cukup istimewa. Saya jadi berpikir, benar juga yang ia bilang, Segala hal-hal yang berbau "wajib" memang tidak perlu dipertanyakan, contoh sederhana, orang sakit wajib berobat, sepakat !
misalkan, ada orang sakit, kemudian ada yang bertanya, ni orang sakit, mau di berobatkan apa ndak?
coba menurut anda gimana kalo ada orang seperti ini?
pasti keburu mati.

Sama halnya jika dihubungkan dengan ibadah, antara lain yang utama shalat, puasa, kemudian yang bersifat ghairu maghdah seperti bersekolah, berbakti kepada orang tua merupakan pokok-pokok kewajiban yang memang seharusnya dilakukan  dengan tanpa dipertanyakan. Coba, buat apa dipertanyakan lagi kalau itu memang sebuah kewajiban yang harus dijalani, Untuk hal-hal yang berbau wajib, emang sudah dari sono-nya hal tersebut harus kita tunaikan, bila di logika, kok iso di wajibke ngono mau pasti sudah ada alasannya kenapa kita diwajibkan untuk melakukannya

Jadi,  jangan ditanyakan lagi


    


Muhammad Irsyad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar