Besar itu bukan hanya tentang jumlah. Melanjutkan nafas yang terengah, dengan di tiap malam masih terjaga. Kesulitan yang didapatkan tentu berbeda karena hidup berproses dari hal yang kecil menjadi besar. Begitupun masalah, mereka memulainya dari poros yang sederhana menuju bagian yang sangat kompleks.
Sama halnya dengan sekolah. tersebutlah sekolah dasar kemudian menengah kemudian tingkat atas. Mereka saling bermetamorfosa dalam prosedur yang selalu konsisten, dari dasar --> atas. Dan ibaratnya permainan, masa-masa SMA adalah tingkat trofik tertinggi dari kepuasan bermain sebelum dunia baru menyapa dengan sedikit membawa atribut ruwetnya.
Kita bisa menyebutnya demikian karena masalah terbesar waktu zaman bahulak itu adalah tentang soal matematika yang dengan menggunakan berbagai rumus tetap tidak diketahui jawabannya. Itu saja sudah berhasil membuat stress beberapa putaran hingga malam tidak ada bedanya dengan siang. Dalam struktur piramida masalah, hal yang semecam itu masih dalam kategori bawah sampai kita melihat bagian paling runcing di bagian atas dengan tulisan besar UJIAN NASIONAL.
Begitu pun dengan kuliah. Masih harum ingat ndak sih enak-enaknya zaman semester 1. Seperti sebuah burung yang pertama kali terbang dari sarangnya, ada banyak keindahan dunia yang ditawarkan. Ada banyak mimpi yang tersebar di permukaan. Dengan indra kita, semua yang tampak nyata menjadi lebih dekat di mata. Nah, Itu semester pertama.
Lalu, kita mulai belajar bahwa ada tanggung jawab besar yang melekat. Ada segerombolan masalah di depan yang harus kita habisi satu per satu. Melewati konstruksi tiap semester tentu masalah yang ada menjadi lebih beragam. Dari yang kecil-kecil sampai yang besar-besar. Dari yang sederhana sampai yang ruwet. Dan semuanya saling bermetamorfosa dalam prosedur yang selalu konsisten. Dan puncak dari piramida tentu masalah yang super duper, SKRIPSI !!!
Kalau saya bisa menggambarkan dalam sebuah piramida. Detailnya kita bisa jelas melihat semuanya bermuara pada puncak piramida. Kita sadar, sebenarnya sebuah masalah yang besar itu bukan dilihat dari frekuensi masalah yang kita hadapi, bukan dari jumlah masalah yang banyak. tetapi terkadang masalah yang besar itu sebenarnya 1 tetapi membutuhkan lebih dari sekedar berjuang mati-matian untuk mengatasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar