1 | Topang cintaku dengan lenganmu, sayang.
2 | Kini, sarapan pagiku terasa spesial, secangkir kopi hangat, lingkaran lenganmu yang dekat dan kecupan manis yang terasa menyengat
3 | Lengan-lengan tanpa kekuatan, memikul beras tanpa ampun. Kalau hidup hanya soal uang, pergi saja yang jauh kawan
3 | Lengan-lengan tanpa kekuatan, memikul beras tanpa ampun. Kalau hidup hanya soal uang, pergi saja yang jauh kawan
4 | Seperti lengan pada pelukan, cinta selalu mampu memahami perpisahan, berkali-kali pun kau jatuhkan
5 | Mereka hanya menghitung untung dan rugi, sedang bagiku, mencintaimu adalah pelukan lenganku dengan alasan yang tak ku mengerti. Aku tak benar-benar tahu alasan kenapa aku mencintaimu.
6 | Kedua lenganku kini tak mampu memberi pelukan, sejak kau pergi tanpa sapaan
7 | Aku mengerti berkali-kali, cinta ini semu untuk ku pahami. Seperti lengan yang tak kuasa menyentuhmu tanpa jari, seperti halnya cinta yang tak sampai tanpa kau bukakan hati
8 | Bisa saja kau bunuh rasaku sedari dulu, tapi kenapa kau murah hamparkan penantian? Sejak kau katakan selamat tinggal, bersandar di lenganmu kini tinggal harapan
9 | Pada akhirnya, lengan kita tak saling melingkar, padahal kita saling tukar harapan.
8 | Bisa saja kau bunuh rasaku sedari dulu, tapi kenapa kau murah hamparkan penantian? Sejak kau katakan selamat tinggal, bersandar di lenganmu kini tinggal harapan
9 | Pada akhirnya, lengan kita tak saling melingkar, padahal kita saling tukar harapan.
Special credit : dulMbedul, MasHasanBusro

Tidak ada komentar:
Posting Komentar