Tepat di penghujung Maret 2020, kalian menapaki salah satu momen penting di perjalanan hidup kalian, yakni wisuda. Tahun ini terasa berbeda karena kalian tidak menjalani Ujian Nasional layaknya seperti biasanya, karena menjalarnya efek virus COVID-19 yang mengakibatkan dihapuskannya UN mulai dari tingkat SD sampai SMA. Tahun ini juga terasa berbeda karena kalian menghabiskan malam wisuda tanpa didampingi orang tua kalian. Tahun ini juga berbeda bagi saya, yang menjadi bagian dari kelas 12 nya kalian, sebagai wali kelas selama setahun terakhir ini.
Tepat setahun yang lalu kalau kalian ingat baik-baik, saya mengungkapkannya dengan semua kejujuran di awal pertemuan kita. Hal tersebut tidak terlepas dari penunjukkan saya sebagai wali kelas. Saya sampaikan bahwa saya tidak menyukai kalian, dan kalian juga punya hak untuk suka dan tidak suka kepada saya. Semua mata terpengarah. Saya melihat dari sudut-sudut mata yang berbalik menatap saya menjadi banyak menyimpan tanya. Harusnya di awal pertemuan itu, kita bicara mengenai hal-hal baik, rencana-rencana ke depan yang akan kita lewati bersama. Namun saya ingin berbeda, saya sampaikan kita sepakat, kita tidak saling menyukai, tapi kita harus memiliki kesepakatan lainnya, untuk saling bekerja sama, saling memberi kesempatan, dimana saya diberi kesempatan untuk menjadi guru yang selayaknya, dan kalian berkesempatan menjadi siswa yang selayaknya. Utamanya karena saya adalah guru UN, maka salah satu target besar kita adalah meningkatkan hasil UN menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Tidak ada kalimat terlambar datang masuk pelajaran lagi, tidak ada kata tidak hadir di pelajaran dan tidak ada kata tidak memiliki catatan. Namun...
Semua proses membutuhkan waktu, terlepas dari semua keyakinan yang terpupuk, ada banyak kerikil-kerikil di perjalanannya. Catatan pelanggaran yang masih mengalir deras, banyaknya ketidakhadiran ketika pelajaran dan grafik nilai evaluasi semester yang masih di bawah terget adalah tantangan-tantangan itu. Saya masih sering marah hanya sekedar untuk berpesan sesuatu kepada kalian, yang dimana mungkin Ustadz Ulin bisa menyampaikan lebih bijaksana dengan senyum yang ramah kepada kalian, yang tidak kalian temukan di saya. Saya katakan belajar untuk mendapatkan nilai yang tinggi bukanlah niat yang buruk. Bahkan, itu niat yang mulia. Oke, kita juga sepakat sepenuhnya, belajar bukan hanya mencari nilai, apa artinya sebuah nilai? Namun, jika kalian mendapatkan nilai pelajaran rendah, seenaknya saja bilang belajar memang bukan mencari nilai, itu yang salah. Itu terlihat seakan-akan karena tidak bisa mendapat nilai yang tinggi, kalian punya cukup alasan untuk melawan kenyataan tersebut. Mengenai catatan kehadiran yang tidak lengkap di suatu mata pelajaran, saya pernah marah, saya panggil kalian dan saya sampaikan, itu dholim, kalau misalkan saya membiarkan sesuatu kedholiman terjadi, gantian saya yang dholim, kalau kita sepakat kedholiman terjadi diantara kita, kita sepakati, maka saya tidak akan pernah marah dan tidak ambil peduli. Tapi kita sama sama sepakat untuk tidak membiarkannya. Pada akhirnya, setahun ini ada banyak kesepakatan-kesepakatan yang terjadi.
Tepat di bulan januari, fokus kita sama. Mengejar nilai UN yang lebih baik. Karena meminjam kalimat dari Ustadz Dhofir, jika kalian tidak bisa membangun pondok dengan materi, dengan uang, maka sebenernya kalian juga bisa membangun pondok dengan prestasi, dengan meraih nilai UN yang tinggi. Saya inisiatif lebih awal mencari buku pegangan persiapan UN. Kita sudah mulai memisahkan diri sesuai mata pelajaran UN pilihan, baik biologi, fisika dan kimia. Saya sempat juga mempraktikkan salah satu cara belajar dalam drama jepang, Dragon Zakura, dimana belajar dengan cara berlari untuk meningkatkan motorik kita, karena kita juga manusia yang bisa jenuh dengan pembelajaran di kelas. Saya rasa, di pelajaran lain kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa.
Sampai akhirnya keputusan itu datang, UNBK ditiadakan. Kemudian sampailah kita berkutat pada rencana perpulangan lebih awal karena efek dari COVID-19 ini. Malam akhir maret kalian sudah diwisuda. Selamat untuk semua yang sudah kalian capai di Madrasah ini. Bagi yang nanti kuliah, semoga selalu dilancarkan dan mendapat pengalaman-pengalaman baru yang menyenangkan. Dari saya, ungkapan maaf dan terimakasih, untuk setiap jejak yang pernah kita alami bersama. Selamat, anak-anakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar